Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa

KONSEP UMUM ORGANISASI

Logo Organisasi Karang Taruna
Organisasi adalah sebuah wadah atau tempat berkumpulnya orang-orang yang diatur untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Organisasi didirikan pada dasarnya adalah ingin mencapai tujuan dan sasaran yang telah disepakati bersama dengan penuh rasa tanggung jawab. 
     Berikut pendapat-pendapat tentang definisi organisasi: a)Dessler mengemukakan pendapatnya tentang organisasi sebagai berikut: "Organisasi dapat diartikan sebagai pengaturan sumber daya dalam suatu kegiatan kerja, dimana tiap-tiap kegiatan tersebut telah disusun secara sistematika untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pada organisasi tersebut masing-masing personel yang terlibat di dalamnya diberi tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang dikoordinasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dirumuskan secara musyawarah sebagai tujuan bersama yang diwujudkan secara bersama-sama". 
       Dimock mendefinisikan organisasi adalah suatu cara yang sistematis untuk memadukan bagian-bagian yang saling tergantung menjadi suatu kesatuan yang utuh di mana kewenangan, koordinasi, dan pengawasan dilatih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Hessel, 2007: 132). 
         Dari uraian pendapat-pendapat tentang definisi organisasi dapat dimengerti bahwa organisasi adalah suatu bentuk kerja sama untuk mencapai tujuan bersama-sama secara efisien dan efektif melalui kegiatan yang telah ditentukan secara sistematis yang mana di dalamnya ada pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas dalam mencapai tujuan organisasi tersebut. 
        Organisasi dapat dilihat dari beberapa sudut pandang (Hessel, 2007: 133-135), antara lain : 
  1. Organisasi sebagai Wadah. Organisasi adalah suatu wahana kegiatan yang mencerminkan bahwa organisasi merupakan tempat beraktifitas saja, yakni kegiatan administrasi dan manajemen. Dalam wadah kegiatan itu setiap orang harus jelas tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya, serta hubungan dan tata kerjanya. 
  2. Organisasi sebagai suatu proses pembagian kerja. Organisasi sebagai suatu proses pembagian kerja melihat bahwa ada unsur-unsur yang saling berhubungan, yakni sekelompok orang atau individu, ada kerja sama, dan ada tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Interaksi dalam organisasi akan terjadi antara individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Hubungan ini terjadi karena sudah sudah ada pembagian kerja yang jelas dalam suatu sistem. Kerja sama dalam suatu sistem yang teratur ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. 
  3. Organisasi sebagai suatu alat dalam mencapai tujuan. Manusia mendirikan suatu organisasi karena adanya beberapa tujuan dari individu, yang hanya akan tercapai lewat tindakan yang harus dilakukan dengan kesepakatan-kesepakatan atau persetujuan bersama. 
      Organisasi sosial adalah sebuah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

Jumat

PACARAN ADALAH PINTU PERGAULAN BEBAS

Pacaran merupakan satu konsep yang sama dengan pergaulan bebas. Pergaulan bebas tidak mengenal batas-batas pergaulan. Para remaja dengan bebas saling bercengkrama, bercampur baur (ikhtilat) antara lawan jenis, akibatnya mudah di telusuri berkembanglah budaya pacaran. Kecintaan terhadap lawan jenis adalah fitrah manusia. Tetapi pacaran bukanlah wadah yang tepat.
      Cinta bukanlah sekedar pandangan mata ataupun kerlingan. Bukan pula lembaran surat yang berisi pujian kata yang melebihi dari ikatan pernikahan, dan cinta tidak akan berakhir dengan pernikahan. Banyak orang yang mengagungkan dan memproklamirkan kata cinta. Namun

Kamis

FUNGSI KELUARGA DALAM MASYARAKAT

        Kata “keluarga” berasal dari bahasa sanskerta yakni kulawarga, ras dan warga yang artinya anggota. Makna sempit dari kata ini adalah sebuah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah (www.wikipedia.com). Keluarga sebagai makna yang luas adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan

Minggu

KETAHANAN KELUARGA PONDASI KETAHANAN NEGARA

Pada era modernisasi dan industrialisasi sekarang ini transfer teknologi dan informasi sudah sangat cepat dan mudah diperoleh siapa saja. Pengaruh nilai-nilai positif dan negatif serta nilai baru dan lama akan terus berkembang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan seiring perkembangan zaman. 
     Pengaruh Globalisasi dan teknologi yang canggih saat ini harus diwaspadai karena dapat juga menjadi ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terbentuknya Negara Indonesia dilatarbelakangi oleh perjuangan seluruh bangsa Indonesia yang bahu membahu mewujudkan

Sabtu

Pengertian Orang Tua/Wali Murid

Orang Tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan pengertian orang tua di atas, tidak terlepas dari pengertian keluarga, karena orang tua merupakan bagian keluarga besar yang sebagian besar telah tergantikan oleh keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak (http//www.wikipedia-wiki/orang_tua.com 14/08/2011)


Orang tua merupakan orang yang lebih tua atau orang yang dituakan. Namun umumnya di masyarakat pengertian orang tua itu adalah orang yang telah melahirkan kita yaitu Ibu dan Bapak. Ibu dan bapak selain telah melahirkan kita ke dunia ini, ibu dan bapak juga yang mengasuh dan yang telah membimbing anaknya dengan cara memberikan contoh yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, selain itu orang tua juga telah memperkenalkan anaknya kedalam hal-hal yang terdapat di dunia ini dan menjawab secara jelas tentang sesuatu yang tidak dimengerti oleh anak.

Sekilas tentang BOS ( Bantuan Operasional Sekolah)

Dari pengertian Kamus Umum Bahasa Indonesia bahwa “bantuan adalah dana (persediaan uang) untuk membantu usaha” (Poerwodarminto, 2006 : 90).
Dalam konteks ini yang berkaitan dengan operasional sekolah yaitu usaha uluran tangan dari pemerintah yang telah diberikan pada setiap sekolahan guna mengembangkan sekolah sebagai tempat untuk menuntut ilmu bagi semua kalangan masyarakat yang membutuhkan kemajuan pendidikan, baik dari kalangan tidak mampu sekalipun.

Senin

Pekerja Sosial di Masyarakat

Belum banyak masyarakat mengetahui apa itu pekerja sosial sebagai sebuah profesi pertolongan karena memang kurangsosialisasi. Padahal kontribusi pekerja sosial bagi masyarakat luas sangat dibutuhkan.
Ketika bom Bali I dan II menggelegar, banyak di antara pekerja sosial profesional dari sejumlah negara yang warganegaranya menjadi korban, dikirim pemerintah masing-masing. Mereka pun aktif terlibat menolong para korban. Para pekerja sosial juga aktif hadir membantu para korban bencana.
Federation of Social Work (IFSW) mengatakan Profesi Pekerjaan Sosial mempromosikan perubahan sosial, penyelesaian masalah dalam hubungan antarmanusia, pemberdayaan dan pembebasan orang untuk meningkatkan kesejahteraan Wadah untuk mengorganisasikan pekerja sosial di Indonesia belum tertata baik. Akibatnya, mereka biasa bekerja sendiri-sendiri, baik dalam format pribadi maupun sebagai tenaga profesional dari lembaga sosial tertentu.
Kasus Aspuri (19) yang dijatuhi vonis penjara selama 3 bulan 5 hari oleh hakim Pengadilan Negeri Serang, Banten, gara-gara mengambil kaos kotor Ny Dewi yang telah dibuang oleh pembantunya di pagar rumah, baru-baru ini, merupakan lahan pengabdian bagi pekerja sosial untuk mengadvokasi korban.
Pekerja sosial pun bisa mengadvokasi kasus nenek Minas (55), seorang petani miskin di Ajibarang, Banyumas yang dijatuhi vonis penjara 1 bulan 15 hari oleh hakim Pengadilan Negeri Puwokerto karena ketahuan mengambil tiga buah coklat milik PT Rumpun Sari Antan. Kita menyadari, ini kasus kemanusiaan yang mengharukan. Tak heran, kalau Muslih Bambang Luqmono SH, Ketua Majelis Hakim yang memvonis nenek Minas menangis haru dan mengatakan, kasus ini kecil namun melukai banyak orang.
Pekerja Sosial ada, antara lain untuk membela atau mengadvokasi seseorang atau kelompok masyarakat yang termarginalkan, seperti terjadi dalam dua kasus tersebut. Tujuannya agar kasus-kasus ketidakdilan terhadap pihak-pihak yang termajinalkan bisa dihentikan, dan tidak terulang kembali di masa-masa mendatang.
Peluang mengadvokasi kaum marginal terbuka lebar bagi para pekerja sosial. Presiden SBY ketika mengunjungi LP Anak-anak di Tangerang, belum lama ini menilai, dalam praktik penegakan hukum saat ini, rasa keadilan masyarakat kerap terusik. Menurut Presiden, pemerintah akan menyusun kembali sistem yang tidak menyamaratakan perbuatan kriminal oleh anak-anak, penyandang cacat berat, lansia atau pihak-pihak yang melakukan pelanggaran ringan karena tekanan kemiskinan.
Atribut pekerja sosial di Indonesia merujuk pada seseorang yang lulus dari perguruan tinggi bidang ilmu pekerjaan sosial. Para peserta didik memperoleh ijazah, menguasai ilmu pekerjaan sosial. Namun, penguasaan ilmu saja tidak mencukupi bagi seorang pekerja sosial, jika tidak melakukan praktik pekerjaan sosial dalam masyarakat.
Sejak 2010 Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) sebagai 'rumah' pekerja sosial diharapkan mampu mengembangkan kontribusi profesi ini untuk menolong masyarakat. Secara legal pekerja sosial profesional tertera dalam UU Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Secara hukum jelas bahwa pekerja sosial profesional tidak sama dengan relawan yang bergiat dalam urusan sosial.
Tantangan terberat pekerja sosial bagaimana pekerja sosial melakukan praktik-praktik pertolongan dalam aktivitas sosial. (Tata: 2010) Pekerjaan sosial adalah profesi yang menarik. Sistem klien pekerjaan sosial tidak hanya sebatas orang yang menghadapi masalah melainkan seluruh manusia yang memengaruhi orang-orang itu.
Pekerja sosial tak hanya mengurusi orang secara pribadi, melainkan mengelola relasi manusia dengan lingkungannya. Karena, relasi berada dalam konteks situasi tertentu maka peran pekerja sosial juga bergerak pada aras makro, mengupayakan perubahan pada tingkat kebijakan. Ibaratnya, jika lantai rumah basah, pekerja sosial tidak akan hanya mengelap lantai saja, tetapi juga akan memperbaiki atap rumah yang bocor.
Definisi pekerjaan sosial menurut International. Pekerjaan sosial menggunakan teori-teori perilaku manusia dan sistem sosial, melaksanakan intervensi pada titik-titik di mana orang berinteraksi dengan lingkungannya.
Prinsip-prinsip HAM dan keadilan sosial adalah dasar pekerjaan sosial. Mengacu definisi IFSW maka IPSPI hadir untuk berkontribusi kepada pembangunan manusia. Pekerja sosial profesional untuk mengoptimalkan dan memberdayakan manusia sesuai hak-hak azazi dan martabatnya melalui perubahan-perubahan interaksi dengan lingkungannya dengan praktik-praktik sosial yang mencerminkan keanekaragaman nilai dan budaya.
Permasalahan sosial banyak menimpa wong cilik yang membutuhkan pertolongan. Pekerja sosial berada pada semua setting kehidupan manusia, antara lain kemiskinan, kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, lembaga pemasyarakatan, dampak buruk dari situasi ekonomi, dan bencana. Praktik konkret pekerja sosial masif pada aras nasional, pada berbagai lokasi bencana. Pekerja sosial pun berkiprah aktif pada beberapa setting kegiatan panti Asuhan, rumah sakit, lembaga pemasyarakatan, organisasi sosial, dan LSM.
Jumlah pekerja sosial di Indonesia sekitar 100ribu orang. Tetapi, kualitas praktik dan intervensi profesional pertolongan terasa jauh melampaui kapasitas kuantitas yang dimiliki ketika hadir pada berbagai musibah kemanusiaan.
Kini dan di masa depan, pekerja sosial hendaknya melihat permasalahan sosial perseorangan, kelompok, masyarakat sebagai sebuah landscape baru. Pekerja sosial harus mendudukan profesi ini dengan memerhatikan sudut right base dari perorangan, kelompok, dan masyarakat. Disarankan, pekerja sosial mengupayakan hak-hak dasar rakyat yang termarjinalkan dipulihkan, bukan sebaliknya dinistakan, apalagi oleh negara.

Dikutip dari http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=275751
Oleh Abraham FanggidaE
Penulis adalah Widyaiswara Utama Pusdiklat Kesos,
Kementerian Sosial RI, Jakarta.

Kamis

Sekilas Tentang Program Keluarga Harapan (PKH)

Program keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan. Kedudukan PKH menjadi bagian dari program-program penanggulangan kemiskinan lainnya. PKH berada di bawah koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), baik di Pusat maupun di daerah. Oleh sebab itu akan segera dibentuk Tim Pengendali PKH dalam TKPK agar terjadi koordinasi dan sinergi yang baik.

PKH adalah program lintas Kementerian dan Lembaga, karena aktor utamanya adalah dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Departemen Komunikasi dan lnformatika, dan Badan Pusat Statistik. Untuk mensukseskan program tersebut, maka dibantu oleh Tim Tenaga ahli PKH dan konsultan World Bank.

Program Keluarga Harapan (PKH) sebenamya telah dilaksanakan di berbagai negara, khususnya negara-negara Amerika Latin dengan nama program yang bervariasi. Namun secara konseptual, istilah aslinya adalah Conditional Cash Transfers (CCT), yang diterjemahkan menjadi Bantuan Tunai Bersyarat. Program ini "bukan" dimaksudkan sebagai kelanjutan program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang diberikan dalam rangka membantu rumah tangga miskin mempertahankan daya belinya pada saat pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM. PKH lebih dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin.

APA ARTI PROGRAM KELUARGA HARAPAN?


Program Keluarga Harapan (PKH) adalah suatu program yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RSTM), jika mereka memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan.

Tujuan utama dari PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin. Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target MDGs. Secara khusus, tujuan PKH terdiri atas:
  1. Meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM
  2. Meningkatkan taraf pendidikan anak-anak RTSM; 
  3. Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari RTSM;
  4. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi RTSM.

SIAPAKAH SASARAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN?


Sasaran atau Penerima bantuan PKH adalah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun dan/atau ibu hamil/nifas dan berada pada lokasi terpilih. Penerima bantuan adalah lbu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan (jika tidak ada lbu maka: nenek, tante/ bibi, atau kakak perempuan dapat menjadi penerima bantuan). 

Jadi, pada kartu kepesertaan PKH pun akan tercantum nama ibu/wanita yang mengurus anak, bukan kepala rumah tangga. Untuk itu, orang yang harus dan berhak mengambil pembayaran adalah orang yang namanya tercantum di Kartu PKH.

Calon Penerima terpilih harus menandatangani persetujuan bahwa selama mereka menerima bantuan, mereka akan: (1) Menyekolahkan anak 7-15 tahun serta anak usia 16-18 tahun namun belum selesai pendidikan dasar 9 tahun wajib belajar; (2) Membawa anak usia 0-6 tahun ke fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi anak; dan (3) Untuk ibu hamil, harus memeriksakan kesehatan diri dan janinnya ke fasilitats kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi lbu Hamil

KOMPONEN APA SAJA YANG MENJADI FOKUS PROGRAM KELUARGA HARAPAN?


Dalam pengertian PKH jelas disebutkan bahwa komponen yang menjadi fokus utama adalah bidang kesehatan dan pendidikan. Tujuan utama PKH Kesehatan adalah meningkatkan status kesehatan ibu dan anak di Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat sangat miskin, melalui pemberian insentif untuk melakukan kunjungan kesehatan yang bersifat preventif (pencegahan, dan bukan pengobatan).

Seluruh peserta PKH merupakan penerima jasa kesehatan gratis yang disediakan oleh program Askeskin dan program lain yang diperuntukkan bagi orang tidak mampu. Karenanya, kartu PKH bisa digunakan sebagai alat identitas untuk memperoleh pelayanan tersebut.

Komponen pendidikan dalam PKH dikembangkan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar wajib 9 tahun serta upaya mengurangi angka pekerja anak pada keluarga yang sangat miskin.

Anak penerima PKH Pendidikan yang berusia 7-18 tahun dan belum menyelesaikan program pendidikan dasar 9 tahun harus mendaftarkan diri di sekolah formal atau non formal serta hadir sekurang-kurangnya 85% waktu tatap muka.

Setiap anak peserta PKH berhak menerima bantuan selain PKH, baik itu program nasional maupun lokal. Bantuan PKH BUKANLAH pengganti program-program lainnya karenanya tidak cukup membantu pengeluaran lainnya seperti seragam, buku dan sebagainya. PKH merupakan bantuan agar orang tua dapat mengirim anak-anak ke sekolah.

MENGAPA PROGRAM KELUARGA HARAPAN DIPERLUKAN?


Tujuan utama PKH adalah membantu mengurangi kemiskinan dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada kelompok masyarakat sangat miskin. Dalam jangka pendek, bantuan ini membantu mengurangi beban pengeluaran RTSM, sedangkan untuk jangka panjang, dengan mensyaratkan keluarga penerima untuk menyekolahkan anaknya, melakukan imunisasi balita, memeriksakan kandungan bagi ibu hamil, dan perbaikan gizi, diharapkan akan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

BERAPA BESAR BANTUAN PKH


Besaran bantuan tunai untuk peserta PKH bervariasi tergantung jumlah anggota keluarga yang diperhitungkan dalam penerimaan bantuan, baik komponen kesehatan maupun pendidikan. Besaran bantuan ini di kemudian hari bisa berubah sesuai dengan kondisi keluarga saat itu atau bila peserta tidak dapat memenuhi syarat yang ditentukan.

Skenario Bantuan Bantuan per RTSM per tahun
Bantuan tetap Rp. 200.000

Bantuan bagi RTSM yang memiliki:
a. Anak usia di bawah 6 tahun Rp. 800.000
b. Ibu hamil/menyusui  Rp. 400.000
c. Anak usia SD/MI Rp. 800.000
d. Anak usia SMP/MTs Rp. 1.390.000
Rata-rata bantuan per RTSM   Rp. 800.000
Bantuan minimum per RTSM  Rp. 600.000
Bantuan maksimum per RTSM Rp. 2.200.000

Catatan:
Bantuan terkait kesehatan berlaku bagi RTSM dengan anak di bawah 6 tahun dan/atau ibu hamil/nifas. Besar bantuan ini tidak dihitung berdasarkan jumlah anak. Besar bantuan adalah 16% rata-rata pendapatan RTSM per tahun. Batas minimum dan maksimum adalah antara 15-25% pendapatan rata-rata RTSM per tahun.

KAPAN DAN DI MANA PROGRAM KELUARGA HARAPAN DILAKSANAKAN?


PKH mulai dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2007 dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, setidaknya hingga tahun 2015. Tahun 2007 merupakan tahap awal pengembangan program atau tahap uji coba. Tujuan uji coba adalah untuk menguji berbagai instrumen yang diperiukan dalam pelaksanaan PKH, seperti antara lain metode penentuan sasaran, verifikasi persyaratan, mekanisme pembayaran, dan pengaduan masyarakat.

Pada tahun 2007 ini akan dilakukan uji coba di 7 provinsi dengan jumlah sasaran program sebanyak 500.000 RTMS. Ketujuh provinsi tersebut adalah: Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur.

Apabila tahap uji coba ini berhasil, maka PKH akan dilaksanakan setidaknya sampai dengan tahun 2015. Hal ini sejalan dengan komitmen pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), mengingat sebagian indikatornya juga diupayakan melalui PKH. Selama periode tersebut, target peserta secara bertahap akan ditingkatkan hingga mencakup seluruh RSTM dengan anak usia pendidikan dasar dan ibu hamil/nifas.

PIHAK MANA SAJAKAH YANG TERKAIT DALAM PROGRAM KELUARGA HARAPAN? 


PKH dilaksanakan oleh UPPKH Pusat, UPPKH Kabupaten/Kota dan Pendamping PKH.
Masing-masing pelaksana memegang peran penting dalam menjamin keberhasilan PKH. Mereka adalah:

1.UPPKH Pusat - 


merupakan badan yang merancang dan mengelola persiapan dan pelaksanaan program. UPPKH Pusat juga melakukan pengawasan perkembangan yang terjadi di tingkat daerah serta menyediakan bantuan yang dibutuhkan.

UPPKH Kab/Kota 


melaksanakan program dan memastikan bahwa alur informasi yang diterima dari kecamatan ke pusat dapat berjalan dengan baik dan lancar. UPPKH Kab/Kota juga berperan dalam mengelola dan mengawasi kinerja pendamping serta memberi bantuan jika diperlukan

Pendamping 

merupakan pihak kunci yang menjembatani penerima manfaat dengan pihak¬pihak lain yang terlibat di tingkat kecamatan maupun dengan program di tingkat kabupaten/kota. Tugas Pendamping termasuk didalamnya melakukan sosialisasi, pengawasan dan mendampingi para penerima manfaat dalam memenuhi komitmennya.


Dalam pelaksanaan PKH terdapat Tim Koordinasi yang membantu kelancaran program di tingkat provinsi dan PT Pos yang bertugas menyampaikan informasi berupa undangan pertemuan, perubahan data, pengaduan dan seterusnya serta menyampaikan bantuan ke tangan penerima manfaat langsung.

Selain tim ini, juga terdapat lembaga lain di luar struktur yang berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan PKH, yaitu lembaga pelayanan kesehatan dan pelayanan pendidikan di tiap kecamatan dimana PKH dilaksanakan.

Contoh rumah penduduk sasaran Program Keluarga Harapan


BAGAIMANA PERAN PENDAMPING PROGRAM KELUARGA HARAPAN?


Pendamping merupakan aktor penting dalam mensukseskan PKH. Pendamping adalah pelaksana PKH di tingkat kecamatan. Pendamping diperlukan karena:
1. Sebagian besar orang miskin tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki suara dan kemampuan untuk memperjuangkan hak mereka yang sesungguhnya. Mereka membutuhkan pejuang yang menyuarakan mereka, yang membantu mereka mendapatkan hak.
2. UPPKH Kabupaten/Kota tidak memiliki kemampuan melakukan tugasnya di seluruh tingkat kecamatan dalam waktu bersamaan. Petugas yang dimiliki sangat terbatas sehingga amatlah sulit mendeteksi segala macam permasalahan dan melakukan tindak lanjut dalam waktu cepat. Jadi pendamping sangat dibutuhkan. Pendamping adalah pancaindera PKH.

Jumlah pendamping disesuaikan dengan jumlah peserta PKH yang terdaftar di setiap kecamatan. Sebagai acuan, setiap pendamping mendampingi kurang lebih 375 RTSM peserta PKH. Selanjutnya tiap-tiap 3-4 pendamping akan dikelola oleh satu koordinator pendamping. 

Pendamping menghabiskan sebagian besar waktunya dengan melakukan kegiatan di lapangan, yaitu mengadakan pertemuan dengan Ketua Kelompok, berkunjung dan berdiskusi dengan petugas pemberi pelayanan kesehatan, pendidikan, pemuka daerah maupun dengan peserta itu sendiri. Pendamping juga bisa ditemui di UPPKH Kabupaten/Kota, karena paling tidak sebulan sekali untuk menyampaikan pembaharuan dan perkembangan yang terjadi di tingkat kecamatan.

Lokasi kantor pendamping sendiri terletak di UPPKH Kecamatan yang berada di kantor camat, atau di kantor yang dekat dengan PT POS daniatau kantor kecamatan di wilayah yang memiliki peserta PKH. Di sini pendamping melakukan berbagai tugas utama lainnya, seperti: membuat laporan, memperbaharui dan menyimpan formulir serta kegiatan rutin administrasi lainnya.

Secara kelembagaan, Pendamping melaporkan seluruh kegiatan dan permasalahannya ke UPPKH Kabupaten/Kota. Pendamping memiliki tugas yang sangat penting dalam pelaksanaan program di lapangan, yaitu:

1. Tugas Persiapan Program


Tugas persiapan program meliputi pekerjaan yang harus dilakukan Pendamping untuk mempersiapkan pelaksanaan program. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum pembayaran pertama diberikan kepada penerima manfaat.
• Menyelenggarakan pertemuan awal dengan seluruh peserta PKH;
• Menginformasikan (sosialisasi) program kepada RTSM peserta PKH dan mendukung sosialisasi kepada masyarakat umum;
• Mengelompkan peserta kedalam kelompok yang teridiri atas 20-25 peserta PKH untuk mempermudahkan tugas pendampingan;
• Memfasilitasi pemilihan Ketua Kelompok ibu-ibu peserta PKH (selanjutnya disebut Ketua Kelompok saja);
• Membantu peserta PKH dalam mengisi Formulir Klarifikasi data dan menandatangani surat persetujuan serta mengirim formulir terisi kepada UPPKH Kabupaten/Kota;
• Mengkoordinasikan pelaksanaan kunjungan awal ke Puskesmas dan pendaftaran sekolah.

2. Tugas Rutin:


• Menerima pemutakhiran data peserta PKH dan mengirimkan formulir pemutakhiran data tersebut ke UPPKH Kabupaten/kota;
• Menerima pengaduan dari Ketua Kelompok dan/atau peserta PKH serta dibawah koordinasi UPPKH Kabupaten/Kota melakukan tindaklanjut atas pengaduan yang diterima (Lihat Pedoman Operasional Sistem Pengaduan Masyarakat)
• Melakukan kunjungan insidentil khususnya kepada peserta PKH yang tidak memenuhi komitmen;
• Melakukan pertemuan dengan semua peserta setiap enam bulan untuk re-sosialisasi (program dan kemajuan/perubahan dalam program)
• Melakukan koordinasi dengan aparat setempat dan pemberi pelayanan pendidikan dan kesehatan;
• Melakukan pertemuan bulanan dengan Ketua Kelompok;
• Melakukan pertemuan bulanan dengan Pelayan Kesehatan dan Pendidikan di lokasi pelayanan terkait.
• Melakukan pertemuan triwulan dan tiap semester dengan seluruh pelaksana kegiatan: UPPKH Daerah, Pendamping, Pelayan Kesehatan dan Pendidikan.

Ada beberapa kegiatan pokok yang harus dilakukan pendamping PKH, yaitu:

1. Pertemuan Awal


Tahap pertama yang dilakukan oleh pendamping adalah melakukan pertemuan terbuka dengan calon peserta PKH. Dalam pertemuan itu dilakukan kegiatan sosialisasi program mengenai manfaat program dan bagaimana berpartisipasi dalam program.
Keluarga yang dipilih mengikuti program dikumpulkan dan diberi arahan untuk membentuk kelompok-kelompok ibu yang terdiri dari lebih kurang 25 orang dalam satu kelompok. Kelompok ini kemudian memilih ketua kelompok ibu penerima sebagai koordinator kelompok dan menetapkan jadwal pertemuan rutin kelompok untuk berdiskusi bersama dalam menjalankan program.
Pada pertemuan ini juga dilakukan pemeriksaan formulir yang digunakan sebagai alat verifikasi keikutsertaan, antara lain pemeriksaan akta lahir anak (dan membantu pengadaannya jika belum tersedia), penyusunan jadwal kunjungan, dan sebagainya.

2. Mendampingi Proses Pembayaran


Pada dasarnya pendamping tidak melakukan kegiatan apapun kecuali pengamatan dan pengawasan selama proses pembayaran beriangsung. Namun begitu, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh pendamping sebelum kegiatan berjalan agar proses berlangsung aman dan terkendali, yaitu:
a. Pergi ke Kantor Pos untuk meminta jadwal pembayaran dan mendata penerima manfaat yang merupakan kelompok binaannya.
b. Menginformasikan Ketua Kelompok mengenai jadwal dan memastikan bahwa pembayaran diterima oleh orang yang tepat pada waktu yang telah ditentukan.

3. Berdiskusi Dalam Kelompok


Kegiatan yang tak kalah penting adalah menyusun agenda dan mengadakan pertemuan dengan ketua kelompok ibu penerima untuk berdiskusi dan menampung pengaduan, keluhan, perubahan status maupun menjawab pertanyaan seputar program. Pada pertemuan ini juga dilakukan sosialisasi informasi mengenai pentingnya pendidikan dan kesehatan ibu dan anak, tips praktis dan murah bagi kesehatan keluarga serta pentingnya sanitasi dan nutrisi untuk meningkatkan mutu keluarga.

4. Pendampingan Rutin


Selanjutnya, jadwal pendampingan dilakukan rutin dan ditetapkan selama 4 hari kerja (Senin¬Kamis). Kegiatan yang dilakukan selama itu antara lain melakukan kunjungan ke unit pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengunjungi keluarga untuk membantu mereka dalam proses mendaftarkan anak-anak ke sekolah, mengurus akta lahir maupun memeriksa rutin ke puskesmas.

5. Berkunjung Ke Rumah Penerima Bantuan


Jika pada pertemuan ada peserta PKH yang tidak bisa datang karena alasan tertentu seperti: lokasi yang sangat jauh dari tempat pertemuan, sibuk mengurus anak, sakit, atau tidak mampu memenuhi komitmen dikarenakan alasan-alasan tertentu, maka perlu dilakukan kunjungan ke rumah peserta tersebut untuk memudahkan proses (lihat Buku Pedoman Pengaduan)

6. Memfasilitasi Proses Pengaduan


Pendamping menerima, menyelesaikan maupun meneruskan pengaduan ke tingkat yang lebih tinggi sehingga dapat dicapai solusi yang mampu meningkatkan mutu program.

7. Mengunjungi Penyedia Layanan


Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan vital keberlangsungan maupun peningkatan mutu PKH. Pendamping memantau kelancaran dan kelayakan kegiatan pelayanan, mengantisipasi permasalahan yang ada dalam program sehingga bisa melakukan tindakan yang sifatnya mencegah kegagalan kelancaran program ketimbang memperbaikinya.

8. Melakukan Konsolidasi


Pada hari Jum'at, para pendamping melakukan koordinasi dengan sesama pendamping dan tim lain. Laporan dan tindak lanjut juga dianalisa dan ditindaklanjuti pada hari ini agar terjadi peningkatan mutu program.

9. Meningkatkan Kapasitas Diri


Untuk meningkatkan mutu program dan mutu pendamping itu sendiri, juga diadakan diskusi dan pertemuan rutin (minimal sebulan sekali) baik itu antarkecamatan maupun didalam kecamatan sendiri sebagai upaya menampung pelajaran berarti (lesson learned & best practices) yang bisa digunakan oleh pendamping lain agar mempermudah pekerjaan dan menghadapi kasus-kasus harian di lapangan.

Setiap individu yang melakukan usaha menuju perbaikan dan pengembangan memerlukan penghargaan untuk menunjukkan bahwa upaya yang dilakukannya dihargai. Penghargaan ini diharapkan dapat memicu kinerja yang lebih baik dan memotivasi lingkungannya menghasilkan produktivitas yang sekurang-kurangnya sama dengan yang telah diraihnya. Sanksi adalah tindakan yang diberikan kepada seseorang sebagai akibat dari perbuatan sengaja melanggar koridor aturan dan ketentuan yang telah dibuat dan disepakati dalam sebuah lembaga. 

Sanksi diberikan agar yang bersangkutan maupun orang yang mengetahuinya tidak mengulangi perbuatan yang merugikan lembaga, lingkungannya maupun dirinya sendiri. lni juga merupakan alat pembelajaran bagi yang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama.

REFERENSI UTAMA APA SAJA YANG PERLU DIBACA?

1. Panduan Umum Program Keluarga Harapan
2. Pedoman Operasional UPPKH Pusat
3. Pedoman Operasional Kelembagaan PKH Daerah
4. Pedoman Operasional PKH Bagi Pemberi Pelayanan Kesehatan
5. Pedoman Operasional PKH Bagi pemberi Pelayanan Pendidikan
6. Pedoman Operasional Sistem Pengaduan Masyarakat Program Keluarga Harapan
7. Buku Kerja Pendamping PKH
8. Modul Diklat Pelaksana UPPKH Daerah 2007

(dikutip dari berbagai sumber)

Selasa

Kajian Pustaka Lansia (Lanjut Usia)

Bagi yang sedang mencari bab mengenai pengertian, teori dan hal-hal yang berhubungan dengan proses penuaan pada manusia, bisa dibaca dalam artikel di bawah ini : 

Proses menua merupakan proses alamiah yang dialami manusia setelah tiga tahap kehidupan, yaitu masa anak-anak, masa dewasa dan masa tua. Masa masa tersebut tidak dapat dihindari oleh setiap individu. Pertambahan usia akan menimbulkan perubahan perubahan pada struktur dan fisiologis dari berbagai sel/jaringan/organ dan system yangada pada tubuh manusia.