Recents in Beach

Pekerja Digital Yang Dianggap Piara Tuyul

Apa yang Anda pikirkan ketika melihat orang yang jarang kemana-mana, tidak pernah terlihat bekerja tetapi selalu mempunyai uang. Dia bisa membeli banyak barang, bisa membangun rumah serta memiliki berbagai investasi. Kalau keluar tongkrongannya Mall, gedung bertingkat, hotel dan kafe? Pastinya banyak yang berfikir kalau bahwa orang ini menjalankan sesuatu yang tidak benar, karena kalau punya warisan jelas tidak mungkin. Orangtuanya biasa saja sedari dulu.

Pekerja digital

Prasangka umum yang di berikan kemungkinan adalah memiliki pesugihan, punya babi ngepet, memelihara tuyul dan sejenisnya. Karena memang profesi seperti itulah yang biasanya mempunyai banyak uang tapi tidak terlihat bekerja sebagaimana mestinya. Dia hanya di rumah saja dan tiba-tiba bisa mendapatkan kekayaan berlimpah. Berbeda dengan orang yang benar-benar bekerja di luar rumah yang tiap hari pulang pergi dan terlihat lelah bekerja. Kalau anda berpikir seperti itu berarti anda adalah orang yang sangat kuno. 

Tahukah anda bahwa untuk zaman sekarang ini, ada banyak pekerjaan yang bisa menghasilkan dari rumah tanpa terlihat oleh orang-orang sekitar. Hasil kerjanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, buat ditabung, untuk membiayai sekolah bahkan bisa digunakan untuk jalan-jalan ke luar negeri. Pekerjaan ini dekat dengan ranah digital dengan memanfaatkan teknologi informasi. 

Ada banyak sekali pekerjaan yang menghasilkan uang berlimpah hanya dari rumah. Bahkan saat pandemi jumlahnya bertambah banyak. Jadi istilah pelihara tuyul buat dapatkan uang sudah tidak berlaku lagi di era modern. Adanya adalah pelihara laptop, HP dan memberi makan pulsa untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. 

Satu dekade silam, profesi Blogger, youtube, programmer masih menjadi istilah asing di Indonesia. Tidak ada yang melirik bahkan menjadikan sesuatu yang spesial dari profesi-profesi ini. Dulu orang berselancar di tanah digital hanya sebagai mainan saja, belum digunakan sebagai profesi yang bisa menghasilkan uang. Barulah saat Indonesia telah melek teknologi, pekerja digital menjadi profesi yang diperhitungkan. Makin lama makin banyak yang menahbiskan diri sebagai konten kreator dan menjadi Blogger serta youtube. 

Jadi gak perlu terkejut lagi melihat orang-orang yang sepintas tak punya kerjaan, namun berpenghasilan besar. Bahkan nominal penghasilannya bisa melampau penghasilan rata-rata Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karena jumlahnya sekarang ada banyak sekali. Kemudahan dalam memasuki ranah digital membuat banyak orang mulai bekerja dari rumah dan dapat menghasilkan jutaan rupiah per bulan. 

Sepintas pekerja digital memang mirip dengan pemelihara tuyul, karena mereka hanya di rumah saja dan uang datang dengan sendirinya. Namun perbedaan diantara keduanya tentu amat banyak. Kalau pelihara tuyul pastinya haram hukumnya karena sangat merugikan orang lain. Pelihara tuyul juga memiliki resiko yang cukup tinggi di mata masyarakat. Sedangkan pekerja digital sama sekali tidak merugikan orang lain, justru ada banyak orang yang terbantu dengan kinerja mereka. Terpenting pekerjaan digital pastilah halal. 

Penghasilan pekerja digital didapatkan dari para sponsor dan iklan. Terkadang juga didapat dari orang yang memanfaatkan jasanya di ranah digital. Tuyul mereka berupa laptop atau Hp yang dijalankan oleh paket internet atau wifi. Jadi jangan pernah anggap lagi pekerja digital sebagai pemelihara tuyul. 


Posting Komentar

0 Komentar