Recents in Beach

Trik dan Tips Memilih Telur Ayam Layak Konsumsi

Siapa yang tidak pernah melihat telur ayam? Pastinya semua orang khususnya masyarakat Indonesia sudah pernah mengkonsumsi komoditas yang satu ini. Bagaimanapun juga telur ayam telah menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat Indonesia mendampingi nasi. Walaupun tidak setiap hari dikonsumsi, namun biasanya selalu memiliki persediaan di rumah.

Jenis telur yang umum dikonsumsi masyarakat adalah telur ayam. Telur ayam dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian dan juga dimanfaatkan untuk hal-hal lainnya. Seperti membuat cemilan atau juga untuk masker kecantikan dan juga mengatasi rambut bercabang. Harganya yang relatif terjangkau dan mudah didapatkan dimana saja membuat banyak yang memanfaatkannya.

Tapi tahukah para GenMuda, bahwasanya telur yang dijual dipasaran tidak semuanya baik untuk dikonsumsi. Ada kalanya telur-telur yang dijual bisa busuk di dalam atau malah terkontimasi bakteri. Pada akhirnya bukan manfaat yang didapat tapi malah membuat sakit. Supaya Genmuda tidak keliru dalam mengkonsumsi telur, ada baiknya menyimak tips dan trik memilih telur ayam berikut ini :

1. Lihat warna cangkangnya

Saat memilih telur untuk dikonsumsi, hal pertama yang harus diperhatikan adalah warna cangkang dari telur ayam. Pilihlah telur ayam yang cangkangnya berwarna pekat dan terlihat cerah. Di pasaran terkadang ada telur ayam yang cangkangnya berwarna pucat dan ada pula yang cangkangnya dipenuhi bintik-bintik hitam. Sebaiknya yang begini tidak dipilih

Kualitas telur ayam bisa dilihat dari warna cangkangnya. Telur ayam yang penyimpanannya sudah lama dan tidak segar memiliki warna kulit yang tampak kusam dan keruh. Bintik-bintik hitam yang muncul mengindikasikan kalau sudah ada jamur yang menghinggapi kulit telur karena terlalu lama disimpan.

2. Pilih telur berukuran normal

Biasanya kalau melihat tumpukan telur yang dijual di pasar atau supermarket, Genmuda cenderung memilih telur berukuran besar. Banyak yang mengira kalau ukuran yang besar memiliki ukuran kuning telur yang lebih besar sehingga gizinya lebih tinggi. Tapi ukuran telur ternyata tidak menjamin kualitas isi dalam telur.
 
Jika ingin memilih telur ayam untuk dikonsumsi sehari-hari, sebaiknya memilih telur dengan ukuran normal. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Telur yang berukuran besar dihasilkan oleh ayam yang sudah tua, cangkangnya lebih tipis dan rentan pecah. Sedangkan telur yang berukuran terlalu kecil biasanya berasal dari induk ayam yang masih muda. Ukuran kuning telur pada ayam muda pastinya lebih kecil dibanding telur ayam dengan ukuran normal.

3. Perhatikan bentuk telur

Pada dasarnya telur ayam, telur bebek, telur puyuh, sampai telur burung memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda tergantung jenisnya. Untuk telur ayam sendiri bentuknya juga bermacam-macam. Ada yang berbentuk bulat dan ada yang berbentuk lonjong. Kalau anda ingin mendapatkan telur ayam yang berkualitas, hendaknya memilih telur ayam yang berbentuk bulat.

Konon menurut peternak ayam dan pedagang telur, bentuk telur ayam yang bulat memiliki ukuran kuning telur yang lebih padat dan lebih banyak. Sedangkan bentuk telur ayam yang lonjong, kuning telurnya lebih sedikit. Telur ayam yang bulat bagus untuk bahan makanan dan kue, sedangkan telur ayam yang lonjong bisa digunakan untuk masker maupun sebagai bahan lain yang membutuhkan putih telur lebih banyak.

Baca juga : Peluang Emas Usaha Peternakan Itik

4. Sentuh Tekstur cangkang telur

Salah satu ciri telur ayam yang segar dan berkualitas dapat diperhatikan dari permukaan cangkang atau kulitnya. Oleh karenanya untuk memilih telur yang layak konsumsi bisa dengan menyentuh cangkang telur. Telur yang segar ditandai dengan tekstur cangkang yang kasar dan terdapat butiran-butiran kecil dipermukaan cangkangnya. Sebaliknya permukaan cangkang telur yang licin dan mengkilap menandakan bahwa telur tersebut sudah disimpan dalam waktu yang cukup lama.


Selain itu usahakan memilih telur yang cangkangnya masih utuh sempurna tanpa ada retakan. Telur sangat mudah terinfeksi kuman dan bakteri melalui cangkangnya. Jika cangkang telur retak, pori-pori cangkang terbuka dan udara mudah masuk ke dalam. Pada akhirnya telur jadi rusak dan cepat busuk.

5. Cium aroma telur

Sama seperti memilih buah-bahan, untuk memilih telur berkualitas bisa memanfaatkan indera penciuman untuk menghirup aroma telur. Walau kulit telur ayam rapat tanpa celah, tetapi tetap bisa mencium aromanya dari luar. Gak perlu cium satu persatu, cukup dekatkan hidung ke tumpukan telur  dan hirup aroma di dekatnya. Jika ada aroma seperti telur busuk, dapat dipastikan bahwa isinya juga sudah busuk. Tapi jika tidak ada aroma apa-apa, maka bisa dipilih dan dibeli.
 

6. Guncang perlahan

Telur yang bagus tidak akan mengeluarkan suara ketika di guncang. Karena telur segar memiliki bagian putih telur yang masih mengikat kuning telur dengan sangat rapat dan memiliki tekstur sangat kental. Sebaliknya telur yang sudah lama bagian putihnya lebih encer sehingga dapat mengeluarkan suara saat dikocok.

Untuk memilih telur ayam yang bisa dikonsumsi, tidak perlu diguncang terlalu keras. Cukup guncang telur secara perlahan dan dekatkan ke telinga. Jika tidak ada suara, bisa dipilih dan dibeli. Perlu diperhatikan juga, telur lama yang diguncang terlalu keras bisa membuat telur tersebut meletus karena ada tekanan yang tidak seimbang dari dalam telur.
 

7. Rendam telur dalam air

Cara ini tidak bisa dilakukan di pasar atau di supermarket karena pasti dimarahin penjualnya. Genmuda bisa menggunakan cara ini dirumah untuk memilah telur-telur yang disimpan di almari penyimpanan apakah layak konsumsi atau tidak.

Sediakan saja wadah atau tempatnya lalu beri air separuh. Masukkan telur secara perlahan supaya tidak pecah, lalu cermati tanda yang muncul.

  • Jika telurnya tenggelam dalam posisi tidur, menandakan telur yang masih segar dan baru berusia beberapa hari
  • Jika telur tenggelam dalam posisi tidur, tetapi ujungnya yang lebih lebar sedikit terangkat berarti sudah berusia 1 minggu dan biasanya masih layak untuk dikonsumsi
  • Jika Telur tenggelam dengan ujung runcing dan ujung lebarnya sedikit mencuat seperti mengambang ini juga masih layak konsumsi dan memiliki usia sekitar 3 mingguan. Sebaiknya telur segera dimasak dengan cara dipanggang atau direbus
  • Jika telur mengambang hingga mencapai ke permukaan air, sebaiknya dibuang saja karena telurnya sudah rusak/busuk dan tidak layak dikonsumsi.

8. Pecahkan telur dalam wadah


Ini adalah tips memilih telur yang baik dikonsumsi di jalur akhir. Jika sudah terlanjur membeli atau ragu dengan kualitas telur yang disimpan di rumah, Genmuda bisa memecahkan telur dalam sebuah wadah. Setelah dipecah, perhatikan isi telurnya.

Telur yang bagus, bagian kuning telurnya berbentuk bulat sempurna dan memiliki lapisan putih telur yang tebal dan kental. Jika kuning telurnya sedikit merosot dan lapisan putih telur mengencer, atau bahkan bagian kuning dan putihnya agak menyatu, maka telur tersebut sudah tidak layak konsumsi.

Itulah tips dan trik memilih telur ayam yang baik dan layak dikonsumsi. Dengan mengikuti tips ini, Genmuda tidak perlu lagi mendapatkan telur yang busuk ketika membelinya di pedagang. Selain itu, Genmuda juga dapat menggunakan tips ini kalau  merasa menyimpan telur sudah terlalu lama dan penasaran ingin mengetahui apakah telur tersebut masih layak dikonsumsi atau tidak. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar

0 Komentar