Kamis

Kisah Hikmah Ramadhan : RUMAHKU SUDAH DEKAT

Cerita ini dikutip dari pesan WAG oleh Isnaini  Subagya

Alkisah ada seorang pertapa yang sedang turun gunung, dia berkelana melewati banyak sekali desa.

Saat sampai di desa pertama, pertapa melihat rumah kosong dengan banyak sekali emas di dalamnya, lalu iblis menggodanya: "Ambillah sesuka hatimu, maka itu akan membuatmu jadi kaya raya"

"Kamu bisa membeli apa saja dengan emas itu, termasuk membeli jabatan tinggi yang penuh konspirasi dimana kamu bisa korupsi sesukamu..."

"Kalau kamu jadi pejabat maka anakmu dan menantumu bisa kamu atur agar menjadi walikota dimana saja.. siip-kan..??" Goda Iblis

"Tidak...! Karena rumahku sudah dekat...!," jawab sang pertapa dengan tegas


Saat di desa kedua, Petapa yang turun gunung melihat wanita penghibur sedang duduk diatas batu dengan pakaian minim sambil tersenyum manis melambai menggodanya.

Iblis kembali membujuk sang pertapa, "Ayo, dekatilah dia, itu yang akan menyenangkan tubuhmu."

"Tidak....!"
"Karena rumahku sudah dekat.!,"
jawabnya lagi.

Kondisi seperti itu Begitu terus terjadi sampai desa keseratus, sang pertapa tetap tak tergoda dan membuat iblis heran.

Lalu iblis bertanya kepadanya,
"Engkau selalu menolak godaanku dan selalu mengatakan rumahmu sudah dekat...!"
"Tapi aku sudah mengikutimu sampai desa keseratus tetapi engkau masih berkelana,... sebenarnya dimanakah rumahmu....?"
Petapa itu menjawab, "Ketahuilah... *rumahku adalah kuburan dan gerbangnya adalah kematian,* aku katakan *sangat dekat karena aku tidak tahu kapan aku masuk kerumahku, boleh jadi saat aku berbuat dosa, kematian datang menjemput, *karena itu aku selalu ingat kematian dan tak mau tergoda olehmu.*"


(Tamat)
==================
Pesan bagi kita...
1. Godaan iblis akan datang kapan saja, dimana saja tanpa terbatas ruang dan waktu

Allah SWT berfirman:
قَا لَ فَبِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَ قْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَا طَكَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ 
"(Iblis) menjawab, Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, *pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,"*
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 16)

2. Kematian kita tidak bisa diprediksi waktunya,

Allah SWT berfirman:
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ طِيْنٍ ثُمَّ قَضٰۤى اَجَلًا ۗ وَاَجَلٌ مُّسَمًّى عِنْدَهٗ ثُمَّ اَنْـتُمْ تَمْتَرُوْنَ
"Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, *kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya*. Namun demikian kamu masih meragukannya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 2)

3. Kematian Itu Pasti

Dari Ibnu Umar Rasulullah SAW bersabda.

أَفْضَلُ الْمُؤْمِنِينَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَكْيَسُهُمْ أَكْثَرُهُم لِلمَوتِ ذِكْرًا وَ أَحْسَنُهُم لَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاس

“Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. *Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.* Mereka adalah orang-orang yang berakal.
Jadi...mau berbuat apapun *mari kita ingat akan KEMATIAN KITA.*

4. Bahkan sikap terhadap uang halal-pun sebaiknya kita juga harus mengingat kematian kita.

Mari kita teladani sikap allohumaghfirlahu Lord Didi Kempot..!!
-medio April 2020 mengadakan konser virtual kerja bareng dengan sebuah TV swasta. Nawaitu pengumpulan dana  untuk bantuan kepada para korban Covid-19.
-konser 3 jam terkumpul dana tunai Rp. 7,6M... sungguh fantastis, tidak satupun pemusik lain yang bisa mengumpulkan  duit sedemikian besar dalam waktu begitu pendek...!! Pertanda bahwa beliau sangat dikagumi penggemarnya...!
-ketika ditawari berapa % mau dia ambil uang itu untuk diri dia, dia menolak...maunya 100% diperuntukkan para korban Covid-19..!
SubhanAllah....!
-akhirnya dana dibagi 3...
sepertiga disalurkan via PBNU,
sepertiga disalurkan via PP Muhamadiyah.
sepertiga disalurkan via Pimpinan Pusat Lintas Agama.
Beliau tidak mau minta bagian sepeserpun ...!
-awal Mei 2020 ternyata dia diwafatkan Allah SWT.
Mungkin almarhum juga berpendapat ... "RUMAHKU SUDAH DEKAT...!"
Bisakah Anda bayangkan betapa besar pahala dari Allah SWT yang akan beliau nikmati di alam kubur dan alam akhirat..??
Bisakah kita meneladani sikap Sang Maestro Campursari tsb...?
Allohua'lam bishowab.

0 komentar: